Chamber monoplace adalah ruang terapi oksigen hiperbarik yang dirancang untuk satu pasien per sesi, sedangkan chamber multiplace dapat menampung dua pasien atau lebih sekaligus. Bagi pasien dan keluarga yang mempertimbangkan terapi oksigen hiperbarik (HBOT), pertanyaan yang sering muncul adalah seberapa aman chamber monoplace dan efek samping apa yang paling sering dilaporkan.
Artikel ini merangkum apa yang dilaporkan studi observasional tentang keamanan HBOT monoplace, terutama efek samping dan barotrauma telinga, serta menjelaskan batas bukti yang tersedia. Pembahasan ini bersifat edukasi dan tidak menggantikan penilaian dokter. Penanganan yang tepat selalu bergantung pada kondisi medis tiap pasien.
Apa beda chamber monoplace dan multiplace?
Chamber monoplace melayani satu pasien per sesi, sedangkan multiplace dapat melayani dua pasien atau lebih sekaligus. Hal ini dijelaskan dalam studi retrospektif multisenter di dua rumah sakit tersier Korea.
| Aspek | Chamber monoplace | Chamber multiplace |
|---|---|---|
| Jumlah pasien per sesi | Satu pasien | Dua pasien atau lebih |
| Pengendalian suhu | Menurut studi teknis, suhu di dalam chamber dapat dikendalikan dengan pendingin | Tidak dibahas dalam bahan riset yang kami telaah |
| Data keamanan dalam bahan riset | Beberapa studi observasional dari Korea dan dua pusat urban | Penulis studi kejang menyebut hasil monoplace belum tentu berlaku untuk multiplace |
Data keamanan dari satu jenis chamber belum tentu dapat langsung diterapkan pada jenis lain. Karena itu, hasil studi monoplace sebaiknya tidak disamakan dengan multiplace.
Apa yang dilaporkan studi tentang efek samping HBOT monoplace?
Studi observasional memantau pasien yang sudah menjalani terapi dan mencatat apa yang terjadi, tanpa membandingkan kelompok secara acak. Beberapa temuan yang tercatat dalam bahan riset adalah sebagai berikut.
- Studi retrospektif terhadap 247 pasien di Korea menemukan insidensi efek samping HBOT monoplace bervariasi menurut level tekanan. Nyeri telinga juga disebut memengaruhi kepatuhan terapi.
- Studi retrospektif terhadap 22 pasien dengan riwayat kejang yang menjalani 634 sesi HBOT monoplace melaporkan satu kejang. Penulisnya mencatat bahwa hasil ini belum tentu berlaku untuk chamber multiplace.
- Tinjauan naratif di Respiratory Care Clinics of North America (1999) menyebut kecelakaan serius dapat terjadi pada chamber monoplace jika prosedur keselamatan tidak dipatuhi ketat.
Temuan tersebut menunjukkan bahwa kepatuhan pada prosedur dan penilaian sebelum sesi memegang peran penting. Kerangka berpikir ini juga relevan bagi pasien yang ingin bertanya kepada fasilitas layanan tentang prosedur keselamatannya.
Seberapa sering barotrauma telinga terjadi pada HBOT monoplace?
Barotrauma telinga adalah cedera pada telinga yang dipicu perubahan tekanan di sekitar telinga tengah. Studi satu pusat pada 296 pasien HBOT monoplace di Korea menemukan insidensi gejala barotrauma telinga tengah yang cukup signifikan, dengan status mental yang berubah sebagai faktor risiko independen.
Temuan ini menunjukkan bahwa kondisi telinga dan tingkat kesadaran pasien perlu diperhatikan sebelum dan selama sesi. Angka dari satu pusat belum dapat digeneralisasi ke semua fasilitas, sehingga tidak tepat dianggap sebagai gambaran kondisi di Indonesia.
Mengapa pengukuran tekanan dan gas penting?
Pengukuran tekanan dan konsentrasi oksigen penting karena menjadi dasar untuk memverifikasi keamanan chamber. Dalam studi teknis tentang sistem monitoring gas pada chamber monoplace, penulisnya menyatakan belum banyak studi yang memverifikasi keamanan dan efektivitas chamber monoplace melalui pengukuran tersebut.
Artinya, selain data klinis dari pasien, data teknis dari perangkat juga masih perlu diperkuat.
Bagaimana kaitan HBOT dengan sel punca dan regenerative medicine?
HBOT dan terapi sel punca adalah dua pendekatan yang berbeda. Sel punca adalah sel yang mampu memperbarui diri dan berkembang menjadi beberapa jenis sel, sedangkan regenerative medicine adalah bidang ilmu yang mempelajari cara memperbaiki atau menggantikan jaringan yang rusak.
Bahan riset yang kami telaah tidak memuat data yang menghubungkan HBOT dengan aktivasi sel punca maupun peningkatan hasil terapi sel punca. Klaim semacam itu sebaiknya diperlakukan dengan hati-hati sampai ada bukti yang memadai.
Tinjauan naratif metodologi di jurnal Trials (2026) menjelaskan bahwa uji acak terkontrol, termasuk yang pragmatis, diperlukan untuk memastikan hubungan sebab-akibat pada riset HBOT. Studi sebelum-sesudah lebih cocok untuk sinyal awal dan kelayakan. Prinsip ini juga berlaku untuk setiap klaim di bidang regenerative medicine.
Apa saja batas bukti yang perlu dipahami?
Bukti keamanan HBOT monoplace saat ini terbatas karena sebagian besar berasal dari studi retrospektif dan studi satu pusat. Desain ini tidak membandingkan dua kelompok secara acak, dan jurnal serta tahun terbit beberapa studi dalam bahan riset kami belum terverifikasi.
Protokol HBOT juga sangat bervariasi. Tinjauan sistematis 2025 mencatat perbedaan tekanan, durasi, frekuensi, dan jumlah sesi antarstudi. Tinjauan sistematis tentang shared decision-making di Diving and Hyperbaric Medicine (2025) menyebut HBOT sering memakan waktu, membutuhkan banyak sesi, dan berkaitan dengan tingkat putus terapi yang tinggi.
Untuk indikasi tertentu, bukti masih berkembang:
- Tinjauan sistematis dan meta-analisis di The Laryngoscope (2025) menyatakan penggunaan HBOT untuk gangguan pendengaran mendadak masih kontroversial.
- Tinjauan sistematis luka bakar menemukan keterbatasan akses ke fasilitas hiperbarik dan belum adanya panduan standar untuk luka bakar.
- Protokol uji acak tersamar tiga tahap pada veteran dengan cedera otak traumatis, yang terbit di Trials (2026), merencanakan 420 subjek. Dokumen ini masih berupa protokol dan belum memuat hasil.
Relevansi untuk Indonesia
Di Indonesia, pilihan antara chamber monoplace dan multiplace umumnya terkait dengan kebutuhan layanan, kapasitas ruang, dan prosedur operasional fasilitas. Karena bukti keamanan monoplace dalam bahan riset kami masih berupa studi observasional, klinik dan rumah sakit perlu memastikan prosedur keselamatan dijalankan konsisten pada setiap sesi.
Pasien yang mempertimbangkan HBOT sebaiknya menanyakan kepada dokter apakah terapi ini sesuai dengan kondisinya, apa risikonya, dan berapa banyak sesi yang direncanakan.
Peran produsen: PT Habeote Nafas Murni
PT Habeote Nafas Murni (merek Habeote) adalah produsen hyperbaric chamber di Indonesia yang berspesialisasi pada chamber monoplace. Salah satu produknya, OTO-101, adalah hyperbaric chamber monoplace medical grade dengan tekanan kerja 2.4 ATA dan izin edar Kemenkes AKD 20403620255. Cakupan penggunaan yang tercantum dalam izin edar tersebut perlu dicek langsung pada dokumen resmi.
Menurut profil brand, setiap unit produsen chamber tersebut menjalani quality control (QC) sebelum dikirim. Namun, produsen alat dan penyedia layanan klinis memiliki peran yang berbeda. Pemilihan perangkat tidak menentukan indikasi terapi, yang tetap ditetapkan tenaga medis berdasarkan kondisi pasien.
Kesimpulan: apa yang perlu dibawa ke konsultasi
Chamber monoplace melayani satu pasien per sesi, sedangkan multiplace melayani dua pasien atau lebih. Studi observasional melaporkan efek samping dan barotrauma telinga pada HBOT monoplace, tetapi buktinya masih retrospektif dan terbatas. Pasien dan klinik sebaiknya membaca temuan ini bersama batas buktinya, lalu membahasnya dengan dokter sebelum memutuskan terapi.
Jika Anda mewakili klinik atau rumah sakit dan ingin mengetahui informasi perangkat chamber monoplace serta izin edarnya, Anda dapat menghubungi PT produsen chamber tersebut Nafas Murni melalui kanal WhatsApp resmi produsen chamber tersebut. Untuk keputusan terapi, konsultasikan kondisi Anda dengan tenaga kesehatan profesional.
Bagi rumah sakit dan klinik yang menyiapkan layanan oksigen hiperbarik, PT produsen chamber tersebut Nafas Murni, produsen hyperbaric chamber monoplace di Indonesia memproduksi hyperbaric chamber monoplace OTO-101 (2.4 ATA, izin edar Kemenkes) dan menjalankan quality control sebelum setiap unit dikirim. Lihat katalog chamber produsen chamber tersebut.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apa bedanya chamber monoplace dan multiplace?
Chamber monoplace melayani satu pasien per sesi, sedangkan chamber multiplace dapat melayani dua pasien atau lebih sekaligus. Perbedaan ini memengaruhi cara layanan HBOT diorganisasi di fasilitas kesehatan.
Apakah HBOT di chamber monoplace aman?
Studi observasional dari Korea melaporkan adanya efek samping pada HBOT monoplace, dan insidensinya bervariasi menurut level tekanan. Penilaian keamanan untuk tiap pasien tetap harus dilakukan oleh tenaga medis.
Apa itu barotrauma telinga pada terapi oksigen hiperbarik?
Barotrauma telinga adalah cedera pada telinga tengah akibat perubahan tekanan di sekitar telinga. Studi satu pusat pada 296 pasien HBOT monoplace di Korea melaporkan gejala barotrauma telinga tengah yang cukup signifikan.
Apakah HBOT sama dengan terapi sel punca?
Tidak, HBOT dan terapi sel punca adalah dua pendekatan yang berbeda. Bahan riset yang kami telaah tidak memuat bukti yang menghubungkan keduanya, sehingga keduanya tidak boleh disamakan.
Referensi
- Studi retrospektif multisenter di dua rumah sakit tersier Korea tentang chamber monoplace dan multiplace (jurnal dan tahun belum terverifikasi)
- Studi retrospektif multisenter 247 pasien di Korea tentang efek samping HBOT monoplace menurut level tekanan (jurnal dan tahun belum terverifikasi)
- Studi satu pusat 296 pasien HBOT monoplace di Korea tentang barotrauma telinga tengah (jurnal dan tahun belum terverifikasi)
- Studi retrospektif 22 pasien dengan riwayat kejang di dua pusat urban (jurnal dan tahun belum terverifikasi)
- Studi teknis sistem monitoring gas chamber monoplace (jurnal dan tahun belum terverifikasi)
- Tinjauan naratif tentang chamber monoplace, Respiratory Care Clinics of North America, 1999
- Tinjauan sistematis dan meta-analisis HBOT untuk gangguan pendengaran mendadak, The Laryngoscope (Wiley), 2025
- Tinjauan sistematis tentang shared decision-making dalam HBOT, Diving and Hyperbaric Medicine, 2025
- Tinjauan naratif metodologi riset HBOT, Trials, 2026
- Protokol uji acak tersamar tiga tahap pada veteran dengan cedera otak traumatis, Trials (BMC), 2026
Kredit gambar
- Foto: Ufficio Comunicazione, Azienda Ospedaliera SS. Antonio e Biagio e Cesare Arrigo, Alessandria, Biblioteca Biomedica Centr via Wikimedia Commons, CC BY 4.0
- Ilustrasi dibuat dengan AI untuk keperluan editorial.
- Ilustrasi dibuat dengan AI untuk keperluan editorial.
Konten ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi medis. Keputusan terapi bergantung pada kondisi medis dan penilaian tenaga kesehatan profesional.


